“Gagugei daigagu? emm enggak bukan-bukan..

gakugei gagaigu? duh bukan-bukan..

gakugei daigaku? nah.. search for route”

img_2913


Saya kira transportasi di Jepang bakalan sulit, tapi ternyata enggak sama sekali saat udah coba satu sampe dua kali ganti train. Terlebih lagi, meskipun mereka gak begitu fasih berbahasa inggris, petugas disana baik banget untuk menghampiri kami yang kebingungan kalau sudah gak paham arah station mrt. Yah, at least go straight turn left and right doang kita sama-sama ngerti ๐Ÿ˜‰

saya akan bagi cerita ini ke beberapa part dari Trip Jepang ini karena banyak banget yang bakal saya share disini. Doakan semoga saya punya waktu buat writing the story yah :”)

img_2824

Singkat cerita flight saya hari senin jam tujuh malam, transit di changi airport -yang saya kira bakalan layover satu abad ternyata habis landing langsung boarding lagi- dan sampai di Narita Airport di Tokyo jam delapan pagi.

img_2841

Karena baru bisa check-in apartement airbnb jam 16.00 jadi pagi itu saya super nyantai dan juga bersih-bersih dan rapih-rapih -re: ganti baju, dankawankawan- di Narita airport yang kebetulan juga, saya gak tau apa memang selalu kayak gini, tapi Narita airport saat itu betul-betul sepi. pagi itu mungkin cuma ada 5-6 flight termasuk saya.

Di rute MRT pertama yang saya gak paham harusnya bisa beli direct ticket malah berhenti-berhenti di beberapa station ,akhirnya paham juga dengan transportasi disana. GUYS, BELIEVE ME TRANSPORT DISANA SEBETULNYA MUDAH :”) apalagi dibantu dengan Google Maps *yak semoga di endorse pergi-pergi oleh google* dari mulai Platform, Line dan Station semuanya jelas banget di jelaskan.

Akhirnya saya sampe di apartement jam tiga sore -padahal baru boleh checkin jam empat, mohon jangan ditiru yah kekeliruan ini :”)- yang nanti saya bakal kasih plus minus dan tips booking room di airbnb.com *semoga next trip dikasih room gratis yawla :”)* dan setelah simpan luggage saya langsung pergi ke the famous Landmark of Tokyo : Shibuya.

Yang akhirnya saya ngeliat sendiri para shibuya crosser yang kata orang-orang selalu rame. I’ve been become one of them too! hahaha. Shibuya merupakan kawasan yang paling ramai di tokyo, gak hanya karena banyaknya store disana tapi juga Shibuya merupakan fashion center untuk Jepang, dan juga nihgtlife center. Di shibuya saya cuma keliling-keliling store yang membentang luas dari ujung jalan yang gak keliatan hingga ujung jalan lainnya yang sama-sama gak keliatan :p

Karena hari pertama belum mau repot, saya makan di salah satu resto di daerah shibuya. Rice People Nice People. Dalam satu set menu, yang sudah termasuk Appetizer, Main course, Ramen, Desert dan Fresh Fruit rasanya enak banget! you guys should try it. ditambah lagi dengan signature drink mereka yaitu Milk Herbs, yang rasanya unik! It was kind of milk ditambah dengan lemongrass dan daun-daun lainnya yang mereka racik sendiri. Dan juga mereka merekomendasikan Hot Milk jauh lebih enak dari pada Cold.

Dimalam yang sama juga, masih di daerah Shibuya. banyak banget jajanan untuk dibawa pulang. ya apalagi kalau gak jauh-jauh dari sushi, suki, tempura dan gorengan ala jepang. BUT, buat kami, saya dan kamu yang harus jaga makanan particularly for HALAL FOOD harus sangat hati-hati dan lebih baik tanya dulu ke petugas. at least, mereka ngerti dengan term “no pork” atau “chicken only” atau “fish, re paling mudah nanya salmon”.

Kali ini, saya gak keliling jauh melebihi Tokyo, Kyoto dan Osaka. Padahal sih, kalau kesini lagi saya mau pergi dari utara sampe selatan jepang. Besoknya, saya pergi ke Odaiba Seaside Park yang dari namanya aja, Seaside yang berati di pinggir laut. :p Pada saat itu juga angin gak kalah kencang, dan sedikit gerimis beruntungnya gak memakan waktu lama. Setelah gerimisnya berhenti saya mulai berkeliling. Daerah perkantoran dan pinggir lautnya bisa dibilang dekat, i remember those days in a lunch time when people brought their own meal and just had their lunch on the bench menghadap ke laut! gak banyak sih, cuma beberapa, tapi mungkin seru ya kalau kita lagi ngantor terus lunchnya tinggal turun ke bawah viewnya mini pantai. Uuuuu~

Di odaiba park juga ada beberapa mall, yang menyediakan jalan untuk akses ke odaiba park, disana juga ada replika liberty! yang pastinya gak akan pernah sepi karena destinasi turis.

dari Minato ward, Re: odaiba Seaside Park. saya melanjutkan perjalanan ke Roppongi Hills, karena jaraknya yang lumayan dekat. Katanya sih Roppongi ini merupakan komplek development terbesar di Tokyo yang pasti isinya gak jauh dari skyscrapper, apartement, shopping mall dan cafes. Disini saya ngapain ya? lupa…. yang pasti sih baliknya saya ke arah shibuya lagi, ini adalah to do list yang harus saya lakukan kemanapun: FINDING THE BIGGEST BOOKSTORE IN TOWN. kali itu saya pergi ke Tsutaya, this is my kind of heaven on earth… tapi… im entering the wrong heaven hahaha… Semua buku-nya bahasa jepang, even magazine pun menggunakan bahasa jepang, saya kira setidaknya ada buku yang berbahasa inggris.. tapi saya gak kalah senang karena dilantai atas merupakan brew and bite dimana cafe ini dikelilingi oleh deretan buku yang tersusun rapih mulai dari langit-langit hingga lantai. Heaven on earth? indeed.

img_3131

BESOKNYAAAAA TARAAAA! Happiest place on earth, saya hari itu ke Disney Resort Tokyo, Tepatnya ke DisneySea Tokyo. Disini saya bingung mau menceritakan apa, karena semuanya menggembirakan! Disney Sea ini jauh lebih baru dibandingkan dengan Disney land karena mulai beroperasi pada tahun 2009. Didalamnya terdapat beberapa area mulai dari masuk lalu ke arah American Waterfront hingga yang terakhir Mysterious Island. Kalau saran saya sih, diumur yang segini dan keterbatasan waktu -terutama waktu ngantri-Pertama, datengin setiap arena yg memacu adrenaline di setiap daerah karena biasanya hanya ada satu atau dua di setiap daerah jadi kita gak kehabisan waktu dan menyesal saat hari sudah sore. Kedua, untuk menghindari antrian yang panjang, masuklah ke arena bergantian dengan temenmu re: satu-satu melalui single rider. Selain Single Rider sepi, kita gak perlu mengantri hingga hampir satu jam untuk sebuah wahana. Saya pernah satu kali mencoba untuk pake single rider dan… bahkan saya gak perlu antri :”)

Buat kamu yang bawa baby dan grannie, jangan khawatir disana juga ada penyewaan untuk stroller dan wheelchair. yang saya lihat sih, di sanapun ada where to park-nya.

Kalau mau diceritain semua keseruan harusnya jadi satu blogpost sendiri :p tapi, yang saya suka juga langit sore itu cerah banget! mungkin foto langit ini akan saya share di Instagram saya.

Kalau ditanya, keseharian saya malam-malam disini pasti pergi ke supermarket terdekat dan belanja untuk cemilan dan makan malam!

img_3319

Lanjut lagi dihari berikutnya, saya mengunjungi Ueno Park. karena mulanya saya lupa atau salah planning, saya seharusnya pergi ke Miraikan yaitu museum Inovation di jepang tapi malah saya tulis Museum of Natural Science… Tapi, saya juga beruntung kesini karena Ueno Park merupakan komplek dari berbagai macam atraksi mulai dari museum, kebun binatang, Perpustakaan International, Historical Statue dan pastinya juga Taman yang sangat luas.

Saya gak suka museum kalau bangunannya gak bagus…. Hahaha, ini jangan ditiru. Di Ueno park museum International arsitekturnya jauh lebih modern dari pada museum biasa. walaupun term ini gak berlaku untuk semua museum di ueno karena museum nasionalnya megah banget! tapi saya gak jadi ke museum of natural science dan menemukan bangunan yang bikin saya gak mau cepet-cepet pergi. Dihadapan saya, International Library of Children Literature. Dimana bangunannya dari depan super classy tapi didalamnya sangat modern. I love these two side!

Ohya, those who ever know Monocle. Akhirnya saya pergi ke Monocle Coffee. dengan caption “How ย to live in a Man’s World”. Buatku monocle itu ternyata manly banget, dan sampe sekarang saya gak habis baca majalahnya.

Cuaca di Jepang juga kadang gak bisa di kira-kira kalau gak lihat weather forecast. Hari pertama adem, kadang cerah, kadang anginnya kenceng banget. eh taunya saat saya buka pintu apartement, hujan ternyata gede banget. Hari itupun dengan impulsivitas saya pergi ke snoopy museum yang dimana…… tiketnya habis dan baru ada jam setengah enam malam. Beruntung masih didaerah Ropppongi, akhirnya saya memutuskan untuk ke Mori Art Museum. yang harusnya saya datangi di kali pertama saya ke Roppongi.

Mori Art Museum ini terletak di lantai 57 Roppongi Hills Tower, Katanya juga museum ini was founded with same developer dari Roppongi Hills Mori Towernya. Konsep museumnya kontemporer dan lebih membahas space time dan universe. They also have this machine that i was completely stormed about how the machine work, it’s a watch machine tapi unik dan besar banget! dari sana juga kita bisa lihat Tokyo yang sedang diselimuti oleh kabut -Yash karena hujan seharian bahkan tokyo skydeck observatorypun dilantai 58 ditutup karena hujan- tetapi mulai cerah saat sore.

img_3504

Berikutnya saya pergi ke Shinjuku Gyoen Park, sesimply untuk piknik dan baca buku dan duduk dan denger lagu dan matahari muncul dan saya senang karena dari kemarin hujan dan anginnya kencang. ohya dan juga ala-ala central park nyu-yerk. yha, ala-ala aja.

img_3525

Guys btw ini sudah panjang banget, i’m gonna write continuous post later ya! it will be about my-migrating-trip to osaka using Shinkansen! and also a short road to Kyoto. Keep checking my Instagram Account Here! cause i describe several to-do-list in Japan.

7 Replies to “Japan : A Citizen of the World.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: