Ramadhan : A Trip of being Pilgrimage.

Scroll down to content

Ini pertama kalinya saya puasa hampir 20 jam. Keberangkatan dari bandara Soekarno-Hatta hingga tiba di bandara King Abdul Azis, sebetulnya saya cuma sembilan jam duduk manis di udara, tapi karena ada perbedaan zona waktu jadi saya harus menambah jam puasa saya pada hari itu.

IMG_2076

Madinah malam itu sedikit sepi mungkin jika dibandingkan dengan kedatangan di Jeddah, Madinah juga sedikit lebih panas dibandingkan Jakarta. Saat itu langit sudah gelap, dan lampu dari setiap gedung berjejer rapih menggantikan cahaya dimalam hari.

“oh ini, akhirnya…”

Dibalik jendela pesawat yang akhirnya saya lihat gurun pasir. Dibalik jendela bus dari bandara hingga hotel. “Oh, ini….”


Singkatnya, saya pergi di tengah ramadhan yang artinya sisa dari setengah bulan puasa saya habiskan disini. Untuk umat beragama, mungkin bulan ini merupakan bulan yang special terutama untuk fokus dengan ibadahnya, maka dari itu pengunjung dari semua penjuru dunia datang kesini.

Enam belas hari dengan total perjalanan. Kali ini saya menghabiskan waktu tiga hari pertama di Madinah, dan pengunjung saat ramadhan akan jauh lebih banyak dari pada hari-hari biasanya, dan perjuangan untuk sabar jauh lebih diuji. Beruntung saya bisa memandangi gedung yang selalu dikunjugi ini dari jendela kamar saya.

IMG_2095

apalagi yang bisa saya ucapkan kecuali kagum?

Gak banyak yang bisa saya ceritain karena setiap -what we, as a Moslem called- Umrah, pasti sudah punya template trip tetap dari setiap Agent Tour and Travel. Untuk travel saya sendiri, kami di jadwalkan untuk ikut duduk antrian untuk memasuki Makam Nabi Muhammad didalam Masjidil Nabawi.

-Ekspektasi saya, saya bisa benar-benar melihat kind of physical statue or something tapi sayangnya untuk perempuan, ditutupi terpal berwarna putih. Disebut Raudah, ibu saya bilang kami harus sampai dikarpet hijau baru melakukan Ibadah. Mungkin ada juga yang sama-sama hunting karpet hijau ditengah lautan ibu-ibu yang super strong untuk menembus keramaian ini? :p –

IMG_2113

Gak banyak yang dilakuin disini kecuali membandingkan dan merasakan bahwa saya sedang jauh dari rumah. Dan tentunya ibadah, yang menurut saya gak perlu untuk diceritakan karena beda urusan 🙂

Saya suka, selalu suka dengan konsep arsitektur dan interior. Karena gak punya pengalaman dan gak paham betul, saya cuma bisa kagum dengan semua gedung-gedung yang bisa menarik perhatian.

IMG_2155

Siang itu, Pelataran Masjidil Nabawi bisa dibilang panas. Gak hanya dari temperatur tapi hembusan anginpun juga gak kalah panasnya. Tapi baik dari luar dan dalamnya bangunan ini cantik. Dan kalau sudah berada di dalam, panasnya Madinah langsung hilang. katanya, ibadah di haramain bakal jauh lebih besar dari pada ibadah biasa yang kita lakuan di tempat asal kita, terlebih lagi dibulan ramadhan akan menambah nilai ibadah yang lebih banyak.

-Haramain merupakan istilah untuk dua tanah haram, yaitu Makah Al Mukaramah dan Madinah Al Munawarah-

Besoknya kami city tour walaupun hanya kebeberapa tempat di Madinah, and please correct me if im wrong degan nama masjid ini. Kalau saya gak salah saat city tour kami mengunjungi masjid Qiblatain .

IMG_2164

Berdasarkan sejarah dan artinya, mesjid ini memiliki dua Kiblat -Muslim’s direction for doing prayer- saat ternyata kiblat sudah dipindahkan ke Masjidil Haram.

setelah itu melanjutkan perjalanan ke Jabal Uhud. Berdasarkan cerita, Jika kita ingin melihat bukit yang ada di surga, maka ziarahlah ke Bukit Uhud. Menurut sejarah juga bukit ini merupakan bukit yang selalu dikenang karena terjadinya peperangan antara islam dan lawannya.

IMG_2206

Malam disini sangat sibuk, dan gak pernah berhenti. Besoknya, saya pergi dari pagi agar sampai di Makkah sebelum jalanan di tutup. Kemungkinan jika sampe mekkah malam hari, kamu gak akan bisa akses ke hotel -karena jalanan digunakan untuk ibadah mulai dari magrib, isya, taraweh, dan qiyamul lail- dan kamu terpaksa harus menunggu di bus hingga selesai subuh.

untungnya saya siang udah sampai di hotel. Jarak dari Madinah ke Mekkah sekitar jarak dari Bandung ke Semarang. tapi, waktu tempuhnya hanya lima jam saja! kuhepi. sebelumnya, karena dijadwalkan untuk langsung tawaf sesampainya di mekkah, kami diwajibkan untuk melakukan niat terlebih dahulu di masjid quba.

-tawaf adalah ibadah dengan mengelilingi kabah sebanyak tujuh kali-

IMG_2236

Kegiatan di Mekkah kurang lebih semuanya akan seragam dari setiap travel agent. Karena koondisi pengunjung yang benar-benar penuh terkadang saya memilih untuk pisah dari rombongan hanya untuk mendapatkan tempat ibadah yang layak.  ohya, Di masjidil Haram (makkah), malam ganjil akan sangan penuh. bahkan barisan shalatpun gak akan habis sampe lebih dari dua kilometer dari pelataran masjidil haram. dan beralaskan aspal karena tempat yang digunakan merupakan jalan raya. iya, sepenuh itu.

IMG_2253

Mungkin ini euphoria dari umat beragama yang ingin fokus dengan ibadahnya hingga mereka juga sedikit bersabar dengan penuhnya haramain pada saat itu.

dan gak ada yang lebih bisa bikin saya kagum daripada bisa lihat kabah lansung dihadapan saya.

IMG_2276

A tiny box covered by black curtain surrounded by height concrete, and we called it Masjidil Haram.

Rutinitas disini ya sama-sama aja. Ya ditambah bawa-bawa kebiasan buat grocery shopping and a lil bit act as local. ikut-ikut ngantri beli kebutuhan dua minggu. sama jalan-jalan sendiri pasti kalau sempet, ehe. Kalau malem, beli makanan tapi sayangnya saya sempet gak enak badan jadi gak bolah makan sembarangan. tapi sempet jajan-jajan and done to spoiled my inner child :p

Satu ibadah yang pingin saya ceritain disini!

Untuk bisa melakukan shalat Eid Al-Fitr didalam Masjidil Haram, kamu harus meluangkan waktu untuk sudah standby didalamnya. Waktu itu, Saya harus sudah berada di dalam Masjidil Haram jam dua pagi. Karena kalau enggak, akses menuju Haram sudah ditutup dan terpaksa saya harus melakukan Shalat Eid beralaskan Aspal. Jam dua pagi, ibadah malam lalu tidur sambil menunggu Subuh sekitar jam empat. Subuh disana masih gelap, dan setelah itu saya sempat tidur lagi saat bergema takbir. Dan yang saya suka, Langit kemerahan karena matahari baru terbit tepat saat saya membuka mata. saya selalu ebrsyukur untuk setiap moment yang jarang sekali saya dapat, apalagi dengan moment yang jarang seperti ini. sayangnya, keindahan langit saat gema takbir itu hanya sempat saya take satu kali dan saya share di snapchat. mungkin kalau ternyata saya save, akan saya share disini.

—–Setelah sempat saat itu saya memilih untuk mencari temapt ibadah yang layak, saya selalu memilih masjidil haram lantai paling atas karena beralaskan karpet dan beratapkan langit :)—–

 IMG_2310

Enggak terasa, ternyata saya sudah melewati setengah bulan ramadhan. Betul-betul gak kerasa, dan sayangnya karena musim akhir Ramadhan, gak ada pergi-pergi lanjutan dari pihak travel. selesai shalat Ied saya pun bergegas untuk kepuulangan saya ke Rumah 🙂

Sore itu juga langit sedang bersahabat dengan saya. Matahari terbenam cantik mengakhiri hari saya di Haramain tepat saat saya sudah tiba di Bandara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: