Bali : Impulsive Decision on Every Turn.

Scroll down to content

Kembali lagi dengan rutinitas untuk pergi-pergi. Yang yap, akhirnya saya kembali kepada realita. Di tingkat akhir ini gue berusaha untuk memaksimalkan semua waktu yang saya punya sebelum dikejutkan oleh realita-realita lainnya yang sedang dipersiapkan tapi masih jadi misteri. Kali ini saya pergi ke bali, dimana semua orang pasti tau bali dan mungkin banyak juga yang udah pernah kesana dan berkali-kali. Yang saya planningin cuma saya bakal stay di Seminyak, pergi ke Ubud dan berleha-leha di Nusa Dua. Tanpa itinerary yang jelas. Yak, kali ini gue membiarkan trip tanpa itinerary detail dan mengandalkan impulsifitas untuk menikmati yang kita sebut travelling.

Dan hasilnya, saya sangat berbahagia untuk bisa seimpulsive ini dalam sebuah perjalanan. Mungkin karena sudah beberapa kali dengan waktu yang lama dibali jadi merasa sudah kenal bali. Padahal ketika impulsifitas ini dijalankan, ternyata saya merasa belum tau Bali sepenuhnya.

Berkat Teknologi, semuanya berjalan tanpa hambatan. Terimakasih untuk GPS. Walaupun tanpa itinerary, tapi saya udah plan tiket, hotel dan sewa mobil dari jauh hari. Well, Cuma dicek ajasih, booking hotel dan mobil saya lakukan kurang dari seminggu keberangkatan.

Perks of being Impulsive. Hari pertama pokonya saya mau sunset! That’s why gue memilih untuk cari hotel yang dekat dengan pantai atau beachclub. Sebagus apa hotelnya? Awalnya saya gak tau. Saat turun taksi, naik ke Front Office dan nunggu di Lobby Hotel. Review Hotel CLICK DISINI!

IMG_1454

Tips untuk pergi-pergi impulsive nan-bahagia adalah untuk gak memesan breakfast dari hotel seperti yang ditawarkan. Kenapa? Karena kita bisa explore tempat makan hitz nan kece di sesaentaro jagat Seminyak. Pertimbangan Cost dan Exploring. Kemarin sih saya pilih breakfast diluar karena sekalian untuk explore tempat makan diseminyak, dengan menu yang pastinya beda daripada menu breakfast dihotel pada umumnya, dengan harga yang pastinya dibawah rate breakfast hotel dan explore tempat yang bikin kita merasa sudah menjadi bagian dari Bali.

Ohya keimpulsivan ini juga didukung oleh penyewaan mobil tanpa supir, karena nyetir tanpa supir dikota orang punya nilai lebih untuk merasakan how to be a part of the city. Terimakasih teknologi.

Seminyak bagi saya heaven on earth. Semua yang saya mau ada di Seminyak. Pagi itu saya breakfast di Living Stone Café. Kebetulan saya lagi suka banget dengan konsep interior dengan mayoritas kayu, saat saya masuk ke living stone  semua interior kecoklatan yang berasal dari kayu. Café ini juga merupakan bakery store, di satu sisi ada meja dan kursi untuk pengujung dan di sisi lainnya ada shelf untuk roti-roti yang langsung dibawa pulang.

IMG_3280

Lalu, keimpulsivan lainnya adalah untuk melihat pantai. Things To Do yang harus dilakukan ke bali adalah melihat pantai. Tips Kedua untuk datang ke Bali adalah disaat anak-anak sekolah belum libur dan weekdays. Enaknya, Bali yang biasanya ramai dan penuh pada saat itu sangat sepi kecuali bule-bule yang bertebaran di seujung jalan. Saya pergi ke pantai kayu putih, letaknya di daerah canggu dan masuk dulu melewati La  Laguna untuk bisa sampai kepantainya. Hari itupun masih sangat pagi, bahkan La Laguna pun belum ada pengunjung. Balik lagi kepantai itu, hanya ada gue dan dua orang bule yang datang dan pergi. Dan satu ibu-ibu penduduk local yang lagi jalan-jalan sama anjingnya. Teriknya matahari pada saat itu belum mengalahkan terik pantai di sekitar jam tiga sore.

IMG_1638 copy

Beralih dari pantai kayu putih melalui La Laguna, saat itu gue pindah masih didaerah yang sama yaitu Canggu gue pergi menuju The Lawn. Buat mengayun-ayunkan badan sambil nikmatin suara ombak didepan mata.

IMG_1655

Penyesalan gue kali ini adalah kelupaan untuk membawa buku! Iya, saya kemana-mana bawa buku. Terutama liburan, dan ke pantai. Karena gue orangnya seeking for tranquility banget, Baca buku di pinggir pantai sambil nunggu sunset adalah part of tranquility terbaik yang gue punya. Sayang gue lupa untuk bawa buku. Tapi saya bawa kamera, jadi masih bisa untuk have fun.

Apa yang saya lakukan setelah mengunjungi pantai-pantai tadi? Saya tidur siang kadang saya pingin ngetawain diri saya sendiri untuk tidur saat trip. Tapi, istirahat sebentar ternyata bisa boosting the mood setelah setengah hari terpapar sinar matahari. Mata, pikiran, mental dan hati sudah kembali segar. Hati saya kembali berbunga-bunga. ok gak ada kaitannya. Setelah istirahat, saya pingin jalan di sepanjang jalan legian, karena dulu seinget saya legian punya banyak toko souvenir-souvenir antik dan artsy yang sesuai dengan selera saya. Namun sayangnya saya Cuma bias lihat toko-toko itu dari dalam mobil karena sepanjang jalan kami gak bias menemukan parkir. Lalu akhirnya kami turun ke pantai kuta, dimana matahari lagi menar-nari diatas langit. Matahari pantai dari siang menuju sore udah gak ada yang bisa nandingin. Saya gak kuat untuk lama-lama disana dan akhirnya kembali menuju mobil.

Karena hari sudah menuju sore, dan saya wajib untuk hunting sunset akhirnya sesuai dengan planning awal yaitu mengunjungi beach club didekat hotel. W Retreat and Spa. Woobar sih lebih tepatnya. Di W ini saya suka viewnya, pohon dan poolnya bikin suasana jadi adem. Ohya poolnya bisa dipake buat umum dengan order disalah satu resto dan café yang ada di W.

IMG_1733 copy

Langit sore itu cantik, hal yang membuat saya selalu gak ingin pulang.

“Drowning my self to the depth of ocean, The mildness of sea sand and the feeling of sunset”

Processed with VSCO with c1 preset
Processed with VSCO with c1 preset

Untuk menghirup udara pantai yang saya jarang temuin di sisi realita. Untuk memanjakan mata dari setiap view yang Cuma bisa diliat dan dirasakan disini. Untuk merasakan angin yang gak pernah berhenti untuk berhembus. Untuk melihat tawa yang jauh dari segala resah. Puitis ya?

Malamnya saya memanfaatkan complimentary spa yang diberikan oleh Hotel. Hati ini semakin berbahagia. Sejak berbulan-bulan saya gak pernah spa lagi, akhirnya saya bisa spa di Bali. Tempat yang terkenal dengan retreatnya, baik yoga dan spa.

Hari berikutnya saya ingin ke ubud! Akhirnya kami checkout hotel dan pergi keubud. Saya gak lupa untuk berkeliling ubud dan untuk mengitari ricefieldnya saya jalan kurang lebih 1km. dimana akhirnya saya menemukan café kecil dengan view ricefield yang bagus!

IMG_1762 copy

Ubud selalu cerah. Ubud selalu sejuk. Di café kecil itu hanya ada tiga orang pengunjung yang maisng-masing sibuk dimejanya. Dengan buku ditangan mereka, ataupun laptop untuk ngurus sesuatu jauh di negara asal mereka. Ohya! Hari ini saya baru tau klau ternyata temen saya juga lagi ada di bali! Di ubud saya gak sempet lama-lama tapi its totally worth it dari jalan sekitar satu kilometer, mengitari ricefields, dan menemukan café kecil dengan view yang bagus!  Balik lagi kedaerah seminyak, Potato Head Beach Club menjadi meeting point gue dan temen gue pada saat itu. Berjuta tahun gak ketemu akhirnya kami menghasilkan ribuan foto.

IMG_3663

Dan gue melanjutkan perjalanan ke daerah Nusa Dua.

Inget yang gue bilang check out dari hotel sebelumnya? Pergi-pergi saya kali ini selalu berkonsep cape-cape di hari awal dan leha-leha di hari terakhir. Menurut saya nusa dua selalu jadi pilihan yang tepat untuk nikmatin bali tanpa aktivitas. Dengan kawasan resortnya yang gak kalah besar satu sama lain, dan private beachnya yang selalu wajib untuk dikunjungi, duduk, dan ngeliatin ombak yang memanggil-manggil. Cek review hotelnya segera ya!

IMG_1850

Teringat malam itu saya pergi ke whirlpool Inaya Resort and Spa. Setelah lelah berenang, saya duduk di bench sisi whirpool. Waktu itu langit sudah gelap, dan pandangan ini mengadah keatas langit. Yang saya selalu suka dari bali adalah langitnya yang selalu bersih. Malam itu didalam balutan handuk dan badan yang basah, saya melihat ratusan bintang dengan cahanya yang terang. Mungkin yang saya bingung, ada beberapa bintang yang bergerak? OH itu ternyata pesawat yang sedang berlalu lalang di ketinggian bumi. Hampir saja saya mengucapkan harap karena saya kira itu bintang jatuh.

Tidak terasa liburan dengan impulsivitas ini sudah berakhir. Saya harus kembali kepada satu sisi realita yang harus segera diselesaikan. Bali gak akan pernah cukup untuk di explore dalam waktu singkat. Masih banyak daerah dibali yang wajib dikunjungi. Masih banyak hal yang bisa dilakukan di bali. Mungkin ada kejutan untuk saya di tahun depan terhadap bali. Untuk review hotel akan segera saya tulis, sebelumnya untuk cek beberapa highlight dan foto kamu bias cek Instagram saya @kikiafd. See you in your leisure!

Tips :

  1. Buat kamu yang pingin explore, jangan pesan breakfast dari hotel. lebih baik cari cafe resto sekitar yang sesuai dengan selera kamu.
  2. Pergi saat anak sekolah belum libur. Bali selalu menjadi destinasi utama turis domestik maupun mancanegara. Tapi jika sekolah di Indonesia sudah libur, bersiaplah untuk berdesak-desakan dengan sejuta pengunjung dimanapun.
  3. Bali walaupun kecil tapi banyak sekali tempat yang bisa dikunjungi, jika memang ingin explore persiapkanlah waktu panjang untuk menikmati bali.
  4. Karena saya lebih suka explore tempat dan segala penjuru. Jangan lama-lama diam di hotel. pergilah dari pagi-pagi dan pulanglah saat sudah malam. gunakan waktu yang dipunya sebaik mungkin.
  5. going impulsively or have been planned is your choice!

 

6 Replies to “Bali : Impulsive Decision on Every Turn.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: